Perkuat Kemitraan Strategis, Institut Alam Rimba Puncak Suji Bangun Sinergi dengan Pemerintah Kecamatan Cigalontang

Tasikmalaya | Kabar Sembilan – Pasca diresmikan secara langsung oleh Bupati Tasikmalaya H. Cecep Nurul Yakin sebagai pusat pendidikan berbasis alam, Institut Alam Rimba Puncak Suji terus bergerak memperluas jejaring kemitraan lintas sektor. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen membangun kolaborasi strategis antara dunia pendidikan, pemerintah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan dalam mewujudkan pembangunan desa yang berkelanjutan.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui agenda silaturahmi ke berbagai leading sector di Kabupaten Tasikmalaya. Salah satu kunjungan dilakukan ke Kantor Kecamatan Cigalontang untuk bersilaturahmi dengan Camat Cigalontang, Roni Imroni, yang baru menjabat. Rabu, (29/07/2026).

Dalam pertemuan yang berlangsung hangat dan penuh semangat kolaborasi tersebut, Dewan Pembina Institut Alam Rimba Puncak Suji, Irman Hirdasah atau yang akrab disapa Abah Irdas, didampingi Koordinator Divisi Kurikulum dan Pengajaran, Randika, memaparkan visi besar lahirnya Institut Alam Rimba Puncak Suji sebagai lembaga pendidikan yang mengintegrasikan pendidikan karakter, konservasi lingkungan, riset terapan, serta pemberdayaan masyarakat desa dalam satu ekosistem pembelajaran berbasis alam.

Dalam paparannya, Abah Irdas menjelaskan bahwa Institut Alam Rimba Puncak Suji tidak hanya hadir sebagai sekolah alam, tetapi juga sebagai ruang kolaborasi berbagai elemen masyarakat untuk melahirkan generasi yang memiliki karakter kuat, kepedulian terhadap lingkungan, serta kemampuan menjawab tantangan pembangunan desa di masa depan. 

Selain memperkenalkan konsep pendidikan dan kurikulum yang diterapkan, Abah Irdas juga menyampaikan salah satu program unggulan yang saat ini tengah menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya, yakni PESTA TELUR (Program Ekonomi dan Stunting Terpadu melalui Ayam Petelur).

Program inovatif tersebut merupakan gagasan Yanti Permayanti, Kepala Bidang Dalduk KB pada Dinas Sosial PPKB P3A Kabupaten Tasikmalaya, yang menggandeng tim Institut Alam Rimba Puncak Suji sebagai tim monitoring dalam pelaksanaan tahap awal atau pilot project. Program ini dirancang sebagai model pemberdayaan keluarga berbasis ketahanan pangan untuk mempercepat penurunan angka stunting sekaligus meningkatkan ekonomi masyarakat desa.

Menurut Abah Irdas, keberhasilan tahap uji coba tersebut akan menjadi bahan evaluasi sebelum PESTA TELUR diterapkan secara lebih luas di 351 desa se-Kabupaten Tasikmalaya pada tahun 2027. Melalui pendekatan terpadu yang menggabungkan budidaya ayam petelur, kolam ikan, dan pemanfaatan pekarangan, program ini diharapkan mampu melahirkan keluarga yang mandiri secara pangan sekaligus meningkatkan kualitas gizi masyarakat.

Camat Cigalontang, Roni Imroni, menyambut baik kehadiran Institut Alam Rimba Puncak Suji di wilayahnya. Menurutnya, konsep pendidikan berbasis alam yang dipadukan dengan pemberdayaan masyarakat merupakan sebuah inovasi yang memiliki nilai strategis bagi pembangunan sumber daya manusia sekaligus pelestarian lingkungan.

Silaturahmi tersebut juga menjadi momentum awal untuk membuka ruang komunikasi dan kolaborasi yang lebih luas antara Institut Alam Rimba Puncak Suji dengan Pemerintah Kecamatan Cigalontang, baik dalam bidang pendidikan, pelestarian lingkungan, pemberdayaan ekonomi masyarakat, maupun penguatan program-program pembangunan desa.

Bagi Institut Alam Rimba Puncak Suji, kemitraan bukan sekadar membangun hubungan kelembagaan, melainkan membangun kesamaan visi dalam menciptakan perubahan yang nyata. Sebab, pembangunan desa tidak dapat diselesaikan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, dunia pendidikan, komunitas, sektor usaha, dan masyarakat agar setiap inovasi mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan.

Dengan terus memperluas jejaring kemitraan strategis, Institut Alam Rimba Puncak Suji menegaskan komitmennya untuk menjadi pusat pendidikan, konservasi, riset, dan pemberdayaan masyarakat yang mampu melahirkan inovasi dari desa untuk masa depan Kabupaten Tasikmalaya. Dari Puncak Suji, semangat kolaborasi terus ditumbuhkan sebagai fondasi menuju pembangunan yang berkarakter, berwawasan lingkungan, dan berkelanjutan. 

(Kabar Sembilan | Biro Tasikmalaya)

Daerah