TASIKMALAYA | Media Kabar Sembilan — Dukungan dan ucapan selamat atas Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-3 Media Kabar Sembilan terus mengalir dari berbagai kalangan. Momentum yang diperingati setiap 9 September itu bukan sekadar perayaan, melainkan penegasan atas komitmen redaksi dalam menjalankan kerja jurnalistik yang berani, independen, berimbang, dan bertanggung jawab.
Setelah Pemerintah Kabupaten Garut menyampaikan ucapan resmi, perhatian turut datang dari Kepala Bidang Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (Dalduk KB), Yanti Permayanti, S.KM., M.M. Dukungan tersebut tidak berhenti pada ucapan, tetapi diwujudkan melalui pemberian tumpeng dalam kegiatan tasyakur bin nikmah yang digelar di Institut Alam Rimba, Rabu, 9 September 2026.
Kegiatan berlangsung sederhana, hangat, dan penuh kekeluargaan. Tumpeng menjadi simbol rasa syukur atas perjalanan Media Kabar Sembilan selama tiga tahun dalam menyampaikan informasi, menjalankan fungsi kontrol sosial, serta mengawal kepentingan masyarakat.
Turut hadir Pembina Institut Alam Rimba, Abah Irdas, bersama jajaran pengurus Institut Alam Rimba. Kehadiran mereka menambah makna kebersamaan dalam momentum penting perjalanan Media Kabar Sembilan.
Ucapan dan doa juga disampaikan Frista Mutiara, S.Pd., perwakilan bidang lingkungan hidup Dinas Pekerjaan Umum, Tata Ruang, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPUTRLH) Kabupaten Tasikmalaya.
Dukungan serupa datang dari Ketua Persatuan Wartawan Republik Indonesia (PWRI) Kabupaten Tasikmalaya, Chandra Foetra Simatupang. Perhatian tersebut menjadi bagian dari semangat kebersamaan insan pers dalam menjaga profesionalitas, solidaritas, serta marwah jurnalistik.
Gelombang ucapan juga datang dari berbagai unsur aktivis, organisasi masyarakat, advokat, pegiat lingkungan, buruh, dan insan pers. Mereka di antaranya Asep Oi, perwakilan Asep Sedunia; Bayu, Pemimpin Redaksi Media Sinar Bintang; Dadan Jaenudin, Ketua Presidium Saung Rakyat; serta Fery, aktivis 1998 yang kini menjabat Sekretaris Jenderal Federasi Buruh Transportasi Nasional.
Dukungan lainnya disampaikan Ratu Dewi Kirana, Ketua DPD Gemuruh NasDem Kabupaten Purwakarta; Adi, aktivis putra daerah Kabupaten Tasikmalaya wilayah selatan; Yudi, aktivis pemerhati lingkungan dan masyarakat miskin Kota Tasikmalaya; serta Alek Ramdani, Ketua Distrik GMBI Kabupaten Tasikmalaya.
Ucapan turut datang dari aktivis perempuan sekaligus Ketua Umum Galunggung Giri, Ai Saroh; Ketua BP2 TIPIKOR–LAI, Agustinus Petrus Gultom; Bank Sampah Bati Resik; Bank Sampah Salimah; serta para pegiat dan penjaga kelestarian alam.
Ketua Umum Klinik Hukum Advocate & Journalist (KHAJAT), H. Asep Heri Kusmayadi, S.H., M.H., yang juga memimpin Kantor Advokat A. Heri Kusmayadi & Rekan, turut menyampaikan dukungan. Sejumlah jurnalis dari berbagai kabupaten dan kota juga mengambil bagian dalam momentum tersebut.
Bukan Sekadar Perayaan
Pemimpin Redaksi Media Kabar Sembilan, Randika, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan perhatian, doa, kritik, dan dukungan terhadap perjalanan media tersebut.
“Dukungan ini bukan sekadar ucapan selamat, tetapi menjadi energi sekaligus tanggung jawab moral bagi kami untuk terus menghadirkan karya jurnalistik yang profesional, kritis, independen, dan berpihak pada kepentingan masyarakat,” tegas Randika.
Menurutnya, perjalanan selama tiga tahun bukanlah perjalanan yang mudah. Berbagai tantangan, tekanan, dan keterbatasan justru menjadi ujian yang memperkuat keteguhan redaksi dalam menjalankan fungsi pers secara profesional.
“Media Kabar Sembilan lahir bukan untuk sekadar menjadi pelengkap ruang informasi. Kami hadir untuk menyuarakan fakta, mengawal kepentingan publik, serta membuka persoalan yang selama ini luput dari perhatian,” ujarnya.
Randika menegaskan, independensi redaksi tidak boleh dipertukarkan dengan kepentingan pribadi, kelompok, ataupun kekuasaan. Kepercayaan masyarakat merupakan kehormatan yang harus dijaga melalui pemberitaan yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Kami tidak ingin sekadar cepat dalam memberitakan. Setiap informasi harus diperiksa, dikonfirmasi, dan disajikan secara bertanggung jawab. Ketegasan tanpa data hanya akan melahirkan kegaduhan, sedangkan ketajaman tanpa etika dapat melukai keadilan,” tegasnya.
Kartu Pers Bukan Alat Menakut-nakuti
Randika meminta seluruh jajaran Media Kabar Sembilan di berbagai daerah memperkuat kedisiplinan, meningkatkan kualitas jurnalistik, serta menjaga nama baik lembaga. Setiap wartawan harus memahami bahwa kartu pers bukan alat untuk menakut-nakuti ataupun mencari keuntungan pribadi.
“Kartu pers merupakan identitas yang melekat dengan tanggung jawab besar kepada masyarakat. Tidak boleh ada wartawan Media Kabar Sembilan yang menyalahgunakan profesi untuk kepentingan pribadi,” katanya.
Ia menegaskan, setiap wartawan Media Kabar Sembilan wajib bekerja berdasarkan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Kode Etik Jurnalistik, fakta, dan kepentingan publik.
Menurut Randika, kritik yang disampaikan pers bukanlah bentuk permusuhan terhadap pemerintah maupun lembaga tertentu. Kritik merupakan bagian dari kontrol sosial untuk memastikan penyelenggaraan pemerintahan, penggunaan anggaran publik, dan pelayanan masyarakat berjalan secara terbuka serta bertanggung jawab.
“Kami siap membangun sinergi dengan pemerintah, aparat penegak hukum, organisasi masyarakat, akademisi, aktivis, dan seluruh elemen masyarakat. Namun, sinergi tidak berarti kehilangan sikap kritis. Kemitraan harus dibangun secara sehat, terbuka, dan tetap menghormati independensi redaksi,” jelasnya.
Tegas dan Tajam, Tetap Berimbang
Memasuki usia ketiga, Media Kabar Sembilan tidak ingin terlena oleh perayaan ataupun berbagai dukungan yang datang. Momentum HUT harus menjadi ruang evaluasi untuk memperkuat kualitas pemberitaan dan profesionalitas seluruh jajaran.
“Setiap ucapan, doa, kritik, dan dukungan merupakan energi bagi kami untuk terus berbenah. Kami menyadari masih banyak kekurangan. Karena itu, Media Kabar Sembilan akan terus melakukan evaluasi agar semakin profesional dan benar-benar memberikan manfaat kepada masyarakat,” ungkap Randika.
Ia menegaskan, HUT Ke-3 harus menjadi titik awal untuk melahirkan karya jurnalistik yang lebih kuat, berani, tajam, dan berkualitas.
“Di usia ketiga ini, kami tidak hanya merayakan perjalanan, tetapi juga memperbarui tekad. Media Kabar Sembilan akan tetap berdiri bersama kebenaran, mengawal kepentingan rakyat, dan menjaga marwah pers,” katanya.
“Kami akan terus melangkah dengan prinsip: Tegas dan Tajam, tetapi tetap berimbang dan bertanggung jawab,” pungkas Randika.
Terima Kasih kepada Seluruh Sahabat dan Mitra
Atas nama pribadi dan seluruh jajaran Redaksi Media Kabar Sembilan, Randika menyampaikan terima kasih kepada seluruh rekan, sahabat, mitra, narasumber, pembaca, serta masyarakat yang telah memberikan ucapan dan doa pada Hari Jadi Ke-3 Media Kabar Sembilan.
Ucapan tersebut disampaikan melalui video, gambar, sambungan telepon, pesan WhatsApp pribadi, grup, media sosial, maupun berbagai sarana lainnya.
“Kami memohon maaf karena belum dapat menyebutkan dan memublikasikan seluruh nama serta ucapan satu per satu. Begitu banyak perhatian yang kami terima, dan semuanya sangat berarti bagi perjalanan Media Kabar Sembilan,” tutur Randika.
Ia memastikan bahwa setiap doa, kritik, dukungan, dan perhatian menjadi energi bagi redaksi untuk terus berkarya, melakukan pembenahan, serta menjaga kepercayaan masyarakat.
“Semoga seluruh kebaikan rekan, sahabat, dan mitra dibalas Allah Swt. dengan pahala berlipat, kesehatan, kelancaran rezeki, serta keberkahan dalam setiap langkah,” ucapnya.
“Hatur nuhun. Terima kasih telah menjadi bagian penting dalam perjalanan Media Kabar Sembilan,” tutup Randika.



