Koni Kabupaten Tasikmalaya Bidik 26 Emas Porprov Jabar XV 2026, Bonus Atlet Peraih Emas Dijanjikan Rp100 Juta

TASIKMALAYA | Media Kabar Sembilan β€” Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Tasikmalaya membidik 26 medali emas pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Barat XV 2026. Target tersebut bukan sekadar angka, melainkan tantangan bagi seluruh elemen olahraga daerah untuk membuktikan hasil pembinaan atlet mampu bersaing dan membawa pulang prestasi.

Di tengah ambisi tersebut, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya menjanjikan bonus Rp100 juta bagi setiap atlet peraih medali emas. Apresiasi itu diharapkan menjadi suntikan motivasi bagi para atlet untuk tampil maksimal, sekaligus mengharumkan nama Kabupaten Tasikmalaya di tingkat provinsi.

Target dan komitmen tersebut disampaikan di halaman Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Tasikmalaya, Rabu (28/10/2026), bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.

Ketua KONI Kabupaten Tasikmalaya, Drs. Erry Purwanto, M.Si., menegaskan bahwa kontingen daerah membawa misi besar untuk meraih prestasi sekaligus mengangkat nama Kabupaten Tasikmalaya. Ia meminta doa restu dan dukungan masyarakat agar para atlet dapat menjalani pertandingan dengan lancar dan mencapai hasil terbaik.

ATLET LOKAL JADI TUMPUAN

Salah satu hal yang ditekankan Erry adalah keputusan mengandalkan atlet putra daerah hasil pembinaan sendiri, tanpa merekrut atlet dari luar daerah. Menurutnya, pilihan tersebut merupakan bagian dari upaya membangun fondasi olahraga yang berkelanjutan, bukan semata-mata mengejar medali dalam satu ajang.

β€œBagi saya, lebih membanggakan mendapatkan medali dari atlet lokal hasil pembinaan sendiri. Atlet dari luar mungkin bisa membantu meraih emas, tetapi setelah itu mereka pergi. Sementara, pembinaan atlet lokal memberikan manfaat untuk masa depan olahraga daerah,” ungkapnya.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa keberhasilan olahraga tidak semestinya hanya diukur dari banyaknya medali yang dikumpulkan. Lebih dari itu, prestasi harus menjadi hasil dari pembinaan yang konsisten, pengembangan bakat daerah, serta kemampuan melahirkan atlet yang mampu bersaing dari waktu ke waktu.

Mengandalkan atlet lokal tentu membawa tantangan tersendiri. Dibutuhkan persiapan matang, pelatih yang kompeten, dukungan fasilitas, serta pembinaan yang terarah agar potensi atlet benar-benar berkembang dan mampu menjawab persaingan di arena Porprov.

Karena itu, komitmen terhadap atlet putra daerah perlu dibuktikan melalui proses pembinaan yang terukur dan berkesinambungan, bukan berhenti sebagai slogan menjelang pertandingan.

TARGET 26 EMAS JADI TANTANGAN

Erry mengungkapkan, KONI Kabupaten Tasikmalaya telah menetapkan target internal sebanyak 26 medali emas. Sasaran tersebut disusun berdasarkan laporan dan pemetaan potensi atlet dari masing-masing cabang olahraga.

Para pimpinan cabang olahraga dan pelatih diminta memaksimalkan persiapan serta memperkuat peluang pada nomor-nomor pertandingan yang dinilai berpotensi menghasilkan medali.

β€œTarget 26 emas sudah menjadi kesepakatan internal KONI. Mudah-mudahan para pimpinan cabang olahraga dan pelatih terus menguatkan posisi atlet yang memang memiliki potensi meraih medali,” katanya.

Target tersebut menjadi pekerjaan bersama bagi seluruh jajaran pembinaan olahraga Kabupaten Tasikmalaya. Pemetaan potensi harus diikuti dengan evaluasi kesiapan atlet, peningkatan kualitas latihan, serta strategi pertandingan yang tepat.

Sebab, target di atas kertas baru akan bermakna apabila dapat diwujudkan melalui performa atlet di lapangan. Konsistensi latihan, kesiapan fisik dan mental, serta kemampuan menghadapi tekanan kompetisi akan menjadi bagian penting dalam menentukan hasil akhir.

BONUS RP100 JUTA, MOTIVASI SEKALIGUS TANGGUNG JAWAB

Janji bonus Rp100 juta bagi atlet peraih medali emas menjadi salah satu bentuk dukungan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya terhadap perjuangan kontingen. Insentif tersebut diharapkan dapat meningkatkan semangat atlet dalam memberikan kemampuan terbaiknya.

Namun, penghargaan itu juga perlu berjalan beriringan dengan perhatian terhadap kebutuhan atlet selama menjalani pembinaan dan persiapan. Dukungan yang konsisten, fasilitas latihan yang memadai, serta kepastian penghargaan atas prestasi menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem olahraga yang sehat.

Momentum Hari Sumpah Pemuda pun memberikan makna tersendiri bagi perjuangan para atlet. Semangat persatuan, disiplin, kerja keras, dan pengabdian kepada daerah menjadi nilai yang harus diwujudkan melalui perjuangan nyata di arena pertandingan.

Bagi KONI Kabupaten Tasikmalaya, Porprov Jabar XV 2026 bukan hanya tentang mengejar 26 medali emas. Ajang ini juga menjadi kesempatan untuk menguji sejauh mana pembinaan olahraga daerah mampu menghasilkan atlet berkualitas dan membangun tradisi prestasi yang berkelanjutan.

Kini, target telah ditetapkan dan dukungan telah disampaikan. Tantangan berikutnya adalah membuktikannya melalui kerja nyata, persiapan yang terukur, serta perjuangan para atlet di arena kompetisi.

Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya tentu berharap kontingen daerah tidak hanya pulang membawa medali, tetapi juga menghadirkan kebanggaan melalui prestasi yang lahir dari pembinaan atlet putra daerah sendiri. (Hendarto).

 

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *