Muscab Vi Soksi Tasikmalaya: Wabup Asep Dorong Kader Turun Tangan Tekan Kemiskinan

TASIKMALAYA | Media Kabar Sembilan — Musyawarah Cabang (Muscab) VI Sentral Organisasi Karyawan Swadiri Indonesia (SOKSI) Kabupaten Tasikmalaya bukan sekadar agenda konsolidasi organisasi dan regenerasi kepemimpinan. Forum ini juga menjadi momentum untuk menegaskan kembali peran kader dalam menjawab persoalan nyata masyarakat, mulai dari kemiskinan, keterbatasan lapangan kerja, hingga peningkatan kesejahteraan pekerja.

Pesan tersebut mengemuka dalam Muscab VI Dewan Pimpinan Cabang (Depicab) SOKSI Kabupaten Tasikmalaya yang digelar di Aula Hotel Dewi Asri, Singaparna, Selasa (27/10/2026). Kegiatan berlangsung selama dua hari, 27–28 Oktober 2026, dirangkaikan dengan pendidikan dan pelatihan kader bangsa berwawasan kebangsaan serta peringatan HUT ke-66 SOKSI.

Mengusung tema “Optimalisasi Peran Serta Kader SOKSI untuk Mewujudkan Tasik Maju Jawa Barat Istimewa”, kegiatan tersebut menempatkan penguatan organisasi dan kontribusi sosial sebagai bagian penting dari arah perjuangan SOKSI ke depan.

Wakil Bupati Tasikmalaya, H. Asep Sopari Al-Ayubi, S.P., M.I.P., menegaskan bahwa peran SOKSI harus terus berkembang mengikuti perubahan zaman. Jika dahulu perjuangan organisasi banyak bertumpu pada penguatan ideologi negara, kini kader juga dituntut mengambil bagian dalam menghadapi kemiskinan dan dampak neoliberalisme.

“Kalau sekarang garda terdepan memperjuangkan kemiskinan, termasuk pengaruh neoliberalisme. Karena di dalam kegiatan ini ada penguatan wawasan kebangsaan,” ujar Asep.

Menurutnya, SOKSI memiliki peluang besar menjadi mitra strategis pemerintah daerah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui penguatan kewirausahaan, perluasan kesempatan kerja, serta perhatian terhadap kesejahteraan dan perlindungan pekerja.

Asep berharap tercipta ekosistem usaha yang sehat dan berkelanjutan: pelaku usaha mampu mempertahankan bisnisnya, sementara pekerja mendapatkan kesejahteraan, perlindungan hukum, dan kepastian ekonomi.

Tantangannya kini bukan sekadar membangun organisasi yang kuat, melainkan memastikan keberadaan organisasi memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Muscab Jadi Ajang Regenerasi dan Penegasan Arah Organisasi

Ketua Depicab SOKSI Kabupaten Tasikmalaya, Aang Budiana, S.Ag., menyebut Muscab sebagai forum penting untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menentukan arah kepemimpinan berikutnya.

Ia berharap proses musyawarah berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART), serta menghasilkan kepengurusan yang mampu melanjutkan perjuangan organisasi secara lebih progresif.

“Melalui Muscab ini diharapkan mampu melahirkan estafet kepemimpinan SOKSI ke depan. Siapa pun yang terpilih diharapkan bisa melanjutkan perjuangan organisasi,” kata Aang.

Menurutnya, Muscab juga menjadi ruang bagi kader dari berbagai kecamatan untuk memperoleh kesempatan berkontribusi dalam kepengurusan tingkat kabupaten.

Aang menegaskan bahwa SOKSI bukan partai politik, melainkan salah satu organisasi pendiri Partai Golkar bersama Musyawarah Kekeluargaan Gotong Royong (MKGR) dan Kosgoro.

Dalam konteks tersebut, SOKSI Kabupaten Tasikmalaya menyatakan dukungan terhadap program dan kebijakan Partai Golkar, termasuk kebijakan pemerintah daerah di bawah kepemimpinan Bupati Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati Asep Sopari Al-Ayubi.

“Kami mendukung program dan kebijakan pemerintah daerah. SOKSI juga siap mendukung Partai Golkar dengan berbagai upaya dan langkah,” ungkapnya.

Aang juga menyampaikan target peningkatan perolehan kursi Partai Golkar di Kabupaten Tasikmalaya, dari tujuh menjadi 14 kursi. Target tersebut menjadi salah satu agenda politik yang ingin diperjuangkan dalam menghadapi Pemilu mendatang.

SOKSI Dituntut Membuktikan Semangat Kekaryaan

Ketua Depidar SOKSI Jawa Barat, H. Yomanius Untung, S.Pd., M.M., mendorong jajaran SOKSI Kabupaten Tasikmalaya memperkuat kontribusi bagi masyarakat, bangsa, dan Partai Golkar.

Ia menekankan bahwa keberadaan SOKSI harus tercermin dalam kerja nyata, bukan berhenti pada struktur kepengurusan maupun kegiatan seremonial.

“Partai Golkar, 25 persen kepengurusannya adalah dari SOKSI. Maka kami mendorong SOKSI Kabupaten Tasikmalaya terus berkarya untuk kemajuan bangsa, masyarakat dan Partai Golkar,” ujarnya.

Sementara itu, Dewan Pertimbangan SOKSI Kabupaten Tasikmalaya, Drs. Erry Purwanto, M.Si., menegaskan bahwa pengabdian kepada masyarakat merupakan fondasi utama keberlangsungan organisasi.

Menurut Erry, semangat kekaryaan harus diwujudkan melalui langkah konkret, terutama dalam membuka lapangan kerja dan menjawab persoalan sosial-ekonomi masyarakat.

“SOKSI fokus bagaimana membuka lapangan kerja. Karena memang SOKSI itu ruhnya bersumber dari karya dan kekaryaan,” katanya.

Ia juga mendorong penguatan kemitraan dengan pemerintah daerah agar program organisasi selaras dengan kebutuhan masyarakat. Kepemimpinan Aang Budiana diharapkan mampu membawa SOKSI semakin berkembang dan memperluas pengabdiannya kepada rakyat.

Perkuat Kader Menuju Pemilu 2029

Sekretaris DPD Partai Golkar Kabupaten Tasikmalaya, Imam Mudofar, yang hadir mewakili Ketua DPD Golkar Kabupaten Tasikmalaya, M. Arief Arseha, turut menekankan pentingnya program kerja yang konkret, terukur, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Menurut Imam, kader SOKSI tidak cukup hanya memahami dinamika politik. Mereka juga perlu menguasai persoalan ketenagakerjaan, memahami kebutuhan masyarakat, serta mampu membaca tantangan pembangunan daerah.

“SOKSI dapat melahirkan kader terbaik bukan hanya paham politik saja, tetapi mengerti dunia kerja, permasalahan masyarakat dan tantangan pembangunan daerah,” ujarnya.

Ia berharap hubungan historis SOKSI dan Partai Golkar diterjemahkan menjadi kerja sama nyata untuk memperkuat organisasi dan mempersiapkan target politik pada Pemilu 2029.

SOKSI diharapkan menjadi salah satu pilar penguatan kader Partai Golkar, baik dalam upaya meningkatkan perolehan kursi legislatif maupun memperbesar peluang keterwakilan di tingkat eksekutif.

Ukuran Keberhasilan Ada pada Manfaat bagi Rakyat

Muscab VI SOKSI Kabupaten Tasikmalaya menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi, menyiapkan regenerasi kepemimpinan, dan merumuskan program organisasi ke depan.

Namun, keberhasilan organisasi pada akhirnya tidak cukup diukur dari terselenggaranya musyawarah, terbentuknya kepengurusan, atau besarnya target politik. Ukuran yang lebih mendasar ialah sejauh mana program dan gerakan kader mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Dorongan Wakil Bupati Tasikmalaya agar kader ikut menekan kemiskinan perlu diterjemahkan menjadi langkah yang terukur: membuka peluang kerja, memperkuat kewirausahaan, meningkatkan kesejahteraan pekerja, dan memperluas manfaat pembangunan.

Dengan demikian, semangat kekaryaan yang menjadi identitas SOKSI tidak berhenti sebagai slogan organisasi, tetapi hadir dalam karya nyata yang dirasakan masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.

Keterangan foto: Wakil Bupati Tasikmalaya H. Asep Sopari Al-Ayubi bersama Ketua Depicab SOKSI Kabupaten Tasikmalaya Aang Budiana, Dewan Pertimbangan SOKSI Erry Purwanto, Ketua Depidar SOKSI Jawa Barat Yomanius Untung, dan tamu undangan saat pembukaan Muscab VI SOKSI di Aula Hotel Dewi Asri, Singaparna, Selasa (27/10/2026). (Aris).

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *