GAYO LUES | Media Kabar Sembilan — Persiapan Kejuaraan Tapak Suci Piala Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Gayo Lues Tahun 2026 terus dimatangkan menjelang pelaksanaannya di GOR Blangsere, Kabupaten Gayo Lues, pada 24–27 September 2026.
Mengusung tema “Membentuk Pesilat Berkarakter, Berprestasi, dan Berakhlak Mulia,” kejuaraan ini bukan sekadar ajang memperebutkan medali. Gelanggang tersebut disiapkan untuk menggali potensi sekaligus menyeleksi pesilat terbaik menuju Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Gayo Lues.
Misi besar itu menuntut penyelenggaraan yang serius. Kesiapan arena, kelengkapan administrasi, perangkat pertandingan, tenaga kesehatan, hingga sistem penilaian harus dipastikan berjalan profesional, objektif, dan transparan.
Kejuaraan yang membawa nama daerah dan masa depan atlet muda tidak boleh dikelola setengah hati. Kualitas penyelenggaraan akan menentukan apakah ajang ini benar-benar melahirkan atlet berprestasi atau hanya berakhir sebagai kegiatan seremonial.
Sekolah dan Perguruan Diminta Kirim Pesilat Terbaik
Ketua Panitia Piala PDM Gayo Lues 2026, Briptu Andrean Maulana, mengatakan kejuaraan terbuka bagi peserta dari jenjang SD/MI, SMP/MTs, hingga SMA/SMK.
Kategori laga putra dan putri akan mempertandingkan tiga kelompok usia, yakni Usia Dini, Praremaja, dan Remaja.
“Untuk kelompok Usia Dini, kami mempertandingkan kelas Under A hingga D. Sementara kelompok Praremaja dan Remaja mempertandingkan kelas Under A hingga F,” ujar Andrean.
Ia mengajak sekolah, perguruan pencak silat, dan satuan latihan di seluruh Gayo Lues untuk mengirimkan pesilat terbaik. Menurutnya, potensi atlet muda tidak akan berkembang maksimal apabila hanya diasah melalui latihan tanpa diberi kesempatan menguji kemampuan di gelanggang.
“Kejuaraan ini menjadi kesempatan bagi para pesilat muda untuk mengukur kemampuan, menambah pengalaman bertanding, sekaligus menunjukkan prestasi terbaiknya,” tegasnya.
Andrean menambahkan, seluruh peserta wajib mengikuti pemeriksaan usia, berat badan, dan kelengkapan administrasi secara ketat. Ketentuan tersebut bukan sekadar formalitas, melainkan bagian penting dalam menjaga keselamatan dan menjamin keadilan pertandingan.
“Penempatan peserta dalam kelas yang tidak sesuai bukan persoalan kecil. Hal itu dapat memengaruhi keselamatan atlet dan merusak prinsip keadilan. Karena itu, seluruh persyaratan akan diperiksa secara cermat dan konsisten,” katanya.
Seleksi Menuju POPDA Harus Bersih dan Terukur
Misi menyeleksi atlet menuju POPDA membuat setiap tahapan pertandingan harus dilaksanakan secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan. Atlet terbaik wajib ditentukan berdasarkan kemampuan teknik, kedisiplinan, mental bertanding, sportivitas, dan hasil nyata di arena.
Tidak boleh ada ruang bagi keberpihakan, intervensi, ataupun keputusan yang didasarkan pada kedekatan. Proses seleksi yang tidak objektif bukan hanya merugikan peserta, tetapi juga dapat mencederai nama baik Tapak Suci dan Kabupaten Gayo Lues.
Wasit, juri, serta seluruh perangkat pertandingan memegang tanggung jawab besar. Setiap keputusan harus tegas, konsisten, dan berlandaskan aturan agar kejuaraan melahirkan juara sejati—bukan sekadar pemenang di atas kertas.
Keselamatan peserta juga harus ditempatkan sebagai prioritas. Kelayakan arena, perlengkapan pelindung, kesiapan tenaga kesehatan, serta prosedur penanganan cedera wajib dipastikan sebelum pertandingan dimulai.
Media Kabar Sembilan Aceh Tegaskan Dukungan
Keterlibatan Media Kabar Sembilan Perwakilan Provinsi Aceh menjadi bagian dari dukungan terhadap pembinaan generasi muda dan kemajuan olahraga pencak silat di Gayo Lues.
Kepala Perwakilan Wilayah Media Kabar Sembilan Provinsi Aceh, Irwan Saputra Lubis, menegaskan bahwa dukungan tersebut tidak berhenti pada kepentingan publikasi.
“Keterlibatan kami bukan sekadar untuk memublikasikan kegiatan. Media Kabar Sembilan ingin memberikan ruang dan perhatian kepada para pesilat muda agar semangat, perjuangan, serta prestasi mereka dikenal lebih luas oleh masyarakat,” ujar Irwan.
Menurutnya, pers memiliki tanggung jawab untuk menyebarluaskan informasi yang membangun sekaligus mendorong perkembangan potensi generasi muda. Media juga harus hadir untuk memastikan kegiatan publik memperoleh perhatian dan pengawasan yang semestinya.
“Kami ingin kerja sama ini melampaui kepentingan publikasi. Sinergi antara media dan penyelenggara harus mampu mendorong pelaksanaan kejuaraan yang terbuka, profesional, objektif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” tegasnya.
Irwan berharap Piala PDM Gayo Lues 2026 mampu melahirkan pesilat muda yang tidak hanya tangguh secara fisik, tetapi juga matang secara mental, disiplin, berkarakter, dan menjunjung tinggi sportivitas.
“Media Kabar Sembilan akan terus mendukung kegiatan positif yang memberikan ruang tumbuh bagi generasi muda. Dari gelanggang inilah calon-calon atlet terbaik dapat lahir dan membawa nama Gayo Lues ke tingkat yang lebih tinggi,” pungkasnya.
Kejuaraan tersebut turut mendapat dukungan Kepala SMP Muhammadiyah Gayo Lues, Syaifullah Ikhsan, S.T., M.Pd., serta Dede Irawan dari Dewa Cafe.
Panitia menyediakan medali, sertifikat, dan trofi bagi peserta yang berhasil menorehkan prestasi. Informasi pendaftaran dapat diperoleh melalui nomor 0822-7359-1098.
Piala PDM Gayo Lues 2026 harus menjadi momentum lahirnya pesilat muda berprestasi dan berakhlak mulia. Gelanggang bukan tempat mencari kedekatan, melainkan ruang untuk membuktikan kemampuan secara jujur dan terhormat.
Sportivitas harus menjadi harga mati. Prestasi wajib diraih melalui kemampuan, bukan diberikan karena kepentingan.
(Media Kabar Sembilan | Perwakilan Aceh)





