Audiensi tersebut menjadi langkah awal dalam membangun sinergi antara pemerintah daerah dan lembaga pendidikan berbasis alam untuk mendukung berbagai program strategis di bidang pelestarian lingkungan hidup, konservasi sumber daya alam, pengelolaan sampah berkelanjutan, penghijauan, hingga pendidikan lingkungan bagi masyarakat.
Delegasi Institut Alam Rimba Puncak Suji yang hadir dalam pertemuan tersebut terdiri dari:
- Irman Hirdasah – Dewan Penasehat.
- Randika – Koordinator Divisi Kurikulum dan Pengajaran.
- Agus Sudarsono, Koordinator Divisi Konservasi dan Lingkungan.
- Shepia Nur Latifah – Koordinator Divisi Kemitraan dan Hubungan Masyarakat (Humas).
- Persada Sagala, Koordinator Divisi Pertanian Berkelanjutan.
- Risna Nurhajani.
Dalam sambutannya, Kepala DPUTRLH Kabupaten Tasikmalaya Deden Ramdhan Nugraha, menyampaikan apresiasi atas inisiatif Institut Alam Rimba Puncak Suji yang dinilai memiliki visi sejalan dengan arah pembangunan lingkungan hidup di Kabupaten Tasikmalaya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah daerah memberikan dukungan terhadap pengembangan program Institut Alam Rimba, meskipun seluruh bentuk dukungan harus mengikuti mekanisme perencanaan pemerintah.
“Dukungan itu jelas. Dukungan moral, arahan, bahkan ke depan dukungan program hingga pendanaan pada prinsipnya memungkinkan, tentu melalui mekanisme perencanaan yang berlaku. Kami melihat banyak program Institut Alam Rimba yang dapat disinkronkan dengan program pemerintah,” ujarnya.
Menurutnya, salah satu program yang sangat memungkinkan untuk dikolaborasikan adalah Tasik Hejo, program strategis Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang berfokus pada penghijauan, penanaman pohon, pembentukan Agen Hijau di desa-desa, serta penguatan pengelolaan lingkungan hidup.
Selain itu, DPUTRLH juga tengah menyiapkan konsep kawasan percontohan (mock-up) pengelolaan sampah terpadu sebagai model edukasi kepada masyarakat.
“Kita ingin memiliki contoh nyata bagaimana pengelolaan sampah yang baik. Edukasi tidak cukup hanya disampaikan, tetapi harus diperlihatkan melalui praktik yang bisa menjadi contoh bagi masyarakat. Karena itu kami membutuhkan mitra yang memiliki kepedulian dan kapasitas di bidang edukasi lingkungan,” jelasnya.
Deden Ramdhan Nugraha, juga menekankan pentingnya membangun komunikasi yang intensif dengan Bidang Lingkungan Hidup DPUTRLH sebagai leading sector dalam penyusunan berbagai program kolaboratif.
Ia bahkan membuka ruang diskusi seluas-luasnya bagi Institut Alam Rimba. “Minimal yang dapat saya janjikan adalah ruang diskusi. Silakan bangun komunikasi dengan Bidang Lingkungan Hidup. Berbagai bentuk dukungan lainnya akan kita rencanakan sesuai mekanisme yang ada.” Tambahnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala DPUTRLH menjelaskan bahwa saat ini terdapat dua program prioritas Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya yang menjadi fokus utama dinasnya.
Pertama, Program Jalan Kasep, yaitu program strategis Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya untuk mewujudkan infrastruktur jalan yang mulus, aman, dan nyaman dalam kurun waktu dua tahun di bawah kepemimpinan Bupati Cecep Nurul Yakin dan Wakil Bupati Asep Sobari Al-Ayubi.
Program ini difokuskan pada perbaikan dan rekonstruksi 32 ruas jalan yang tersebar di berbagai wilayah Kabupaten Tasikmalaya. Pada pertengahan tahun 2026, Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya telah mengalokasikan anggaran sekitar Rp230,25 miliar untuk mempercepat penyelesaian program tersebut.
Salah satu proyek yang tengah dikerjakan adalah rekonstruksi Jalan Puspahiang–Mandalasari sepanjang kurang lebih 2 kilometer, dengan penekanan pada pembangunan sistem drainase yang baik agar badan jalan lebih tahan terhadap kerusakan akibat curah hujan.
Program prioritas kedua adalah Tasik Hejo, sebuah gerakan strategis pelestarian lingkungan hidup yang bertujuan meningkatkan kualitas lingkungan melalui penghijauan, rehabilitasi kawasan, penanaman pohon, penguatan Agen Hijau di tingkat desa, serta pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Menurut Kepala DPUTRLH, kedua program tersebut saling melengkapi dalam mewujudkan pembangunan Kabupaten Tasikmalaya yang tidak hanya maju dari sisi infrastruktur, tetapi juga berkelanjutan, tangguh terhadap perubahan iklim, dan berwawasan lingkungan.
Institut Alam Rimba Puncak Suji dinilai memiliki potensi besar untuk menjadi mitra kolaboratif dalam mendukung keberhasilan Program Tasik Hejo melalui edukasi lingkungan dan pemberdayaan masyarakat.
Program Tasik Hejo sendiri meliputi penghijauan kawasan, rehabilitasi daerah tangkapan air (catchment area), penguatan Agen Hijau di tingkat desa, hingga peningkatan partisipasi masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.
Menurutnya, kondisi perubahan iklim dan kemarau panjang menjadi tantangan serius yang harus dihadapi bersama melalui aksi nyata, salah satunya memperkuat gerakan penghijauan dan konservasi sumber daya air.
“Persoalan sampah tidak bisa diselesaikan hanya di hilir. Harus dimulai dari hulu melalui perubahan perilaku masyarakat, edukasi, pembinaan, dan kebiasaan mengelola sampah secara mandiri. Di sinilah peran komunitas dan lembaga pendidikan seperti Institut Alam Rimba menjadi sangat penting,” tegasnya.
Sementara itu, mewakili Institut Alam Rimba Puncak Suji, Koordinator Divisi Kurikulum dan Pengajaran, Randika, menyampaikan apresiasi atas sambutan dan dukungan yang diberikan DPUTRLH.
Ia mengatakan bahwa kehadiran Kepala DPUTRLH pada saat Launching Institut Alam Rimba beberapa waktu lalu menjadi motivasi besar bagi seluruh pengurus untuk terus mengembangkan pendidikan berbasis alam yang mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Kabupaten Tasikmalaya.
Pertemuan tersebut ditutup dengan komitmen bersama untuk memperkuat komunikasi, menyusun program kolaboratif yang terintegrasi dengan kebijakan pemerintah daerah, serta menjadikan Institut Alam Rimba Puncak Suji sebagai mitra strategis DPUTRLH dalam membangun budaya cinta lingkungan, konservasi alam, pengelolaan sampah berkelanjutan, dan pemberdayaan masyarakat melalui pendidikan berbasis alam.
Melalui sinergi tersebut diharapkan lahir berbagai program inovatif yang mampu mendukung terwujudnya Kabupaten Tasikmalaya yang hijau, lestari, tangguh, dan berkelanjutan sesuai visi pembangunan daerah.
(Kabar Sembilan | Biro Tasikmalaya).










