PURWAKARTA | Media Kabar Sembilan — Perbedaan warna politik tidak menjadi penghalang bagi perempuan untuk bersatu dan bergerak bersama. Semangat itulah yang mengemuka dalam kegiatan “KPPI Ceria” yang digelar Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Kabupaten Purwakarta dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Mengusung tema “Bersatu, Berdaya, Berpengaruh”, kegiatan berlangsung di halaman Gedung DPRD Kabupaten Purwakarta, Minggu, 6 September 2026, mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.
Kegiatan tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus konsolidasi perempuan dari berbagai latar belakang partai politik. Di tengah perbedaan pandangan dan pilihan politik, para peserta tetap menunjukkan kekompakan serta komitmen untuk memperkuat peran perempuan dalam pembangunan daerah.
Ketua DPRD sekaligus Ketua KPPI Kabupaten Purwakarta, Sri Pujiastuti, menegaskan bahwa persatuan harus menjadi fondasi utama dalam membangun organisasi. Perbedaan warna partai, menurutnya, tidak boleh memutus solidaritas antarsesama perempuan.
“Biarpun kita di KPPI berbeda-beda warna dan berbeda partai politik, kita semua tetap bersatu di KPPI. Kita bersama-sama membangun organisasi ini dengan solidaritas, kekompakan, dan kebersamaan yang baik,” tegas Sri Pujiastuti.
Ia menilai peringatan kemerdekaan bukan sekadar kegiatan seremonial. Momentum tersebut harus menjadi pengingat bahwa kemerdekaan diraih melalui perjuangan, persatuan, dan pengorbanan yang melampaui berbagai perbedaan.
“Tidak ada kata terlambat dalam merayakan HUT Kemerdekaan Republik Indonesia. Mari kita bersama-sama berbahagia dalam suasana September Ceria ini,” ujarnya.
Suasana kegiatan berlangsung semarak dan penuh keakraban. Para peserta mengikuti berbagai permainan individu maupun kelompok atau fun games. Panitia juga membagikan hadiah dan doorprize sebagai bagian dari rangkaian acara.
Turut hadir Nurmaya, yang dikenal dengan nama Ratu Dewi Kirana, politisi Partai NasDem yang menjabat sebagai Ketua DPD Gemuruh NasDem Kabupaten Purwakarta sekaligus Anggota DPC KPPI Kabupaten Purwakarta Bidang Advokasi dan Jaringan.
Ratu mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dan berfoto bersama Sri Pujiastuti. Kehadirannya menjadi bagian dari semangat kolaborasi perempuan lintas partai dalam memperkuat jaringan serta memperluas ruang partisipasi perempuan di bidang politik dan kebijakan publik.
Ratu menegaskan bahwa KPPI harus menjadi rumah bersama bagi perempuan lintas partai untuk saling menguatkan, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, dan memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Perbedaan warna dan latar belakang partai politik tidak boleh menjadi penghalang bagi perempuan untuk bersatu. KPPI adalah ruang bersama untuk saling menguatkan, meningkatkan kapasitas kepemimpinan, serta memperluas keterlibatan perempuan dalam proses pengambilan kebijakan publik,” ujar Ratu Dewi Kirana.
Menurutnya, tema “Bersatu, Berdaya, Berpengaruh” tidak boleh berhenti sebatas slogan. Semangat tersebut harus diwujudkan melalui kerja nyata, konsolidasi yang kuat, dan kolaborasi berkelanjutan.
Perempuan, lanjut Ratu, tidak boleh sekadar menjadi pelengkap di panggung politik. Perempuan harus diberikan ruang yang setara untuk menyampaikan gagasan, mengawal aspirasi masyarakat, dan terlibat langsung dalam menentukan arah kebijakan pembangunan.
“Melalui semangat ‘Sehat, Kompak, Bahagia Bersama KPPI’, kegiatan ini jangan berhenti sebagai perayaan seremonial. Kita harus terus memperkuat konsolidasi, membangun jaringan, serta memastikan suara perempuan didengar, diperhitungkan, dan mampu memberikan pengaruh nyata bagi pembangunan Kabupaten Purwakarta,” tegasnya.
Ratu juga mengajak seluruh kader perempuan lintas partai untuk menjaga kekompakan dan menjadikan KPPI sebagai wadah perjuangan yang inklusif, solid, serta berpihak pada kepentingan perempuan dan masyarakat luas.
“Ketika perempuan bersatu dan saling menguatkan, kita bukan hanya mampu berpartisipasi, tetapi juga mampu menghadirkan kebijakan yang lebih adil, responsif, dan bermanfaat bagi masyarakat,” pungkas Ratu Dewi Kirana.
Kegiatan “KPPI Ceria” akhirnya bukan hanya menjadi ajang perayaan kemerdekaan, tetapi juga penegasan sikap politik perempuan Purwakarta. Di tengah perbedaan partai, KPPI diharapkan terus berdiri sebagai ruang bersama yang mampu melahirkan perempuan tangguh, berdaya, dan berpengaruh.
Solidaritas yang dibangun harus diterjemahkan ke dalam gerakan nyata, sehingga suara perempuan tidak hanya didengar saat momentum politik, tetapi benar-benar diperhitungkan dalam setiap proses pengambilan kebijakan dan pembangunan Kabupaten Purwakarta. (Tim)










