TASIKMALAYA | Media Kabar Sembilan — Peresmian sekretariat Paguyuban Asep Dunia (PAD) wilayah Tasikraya menjadi momentum penting untuk memperkuat konsolidasi organisasi, menghimpun potensi anggota, dan membangun kolaborasi dengan pemerintah serta masyarakat. Namun, keberadaan sekretariat tersebut dituntut tidak berhenti sebagai simbol kelembagaan. Lebih dari itu, sekretariat harus menjadi pusat koordinasi, ruang lahirnya gagasan, dan titik awal pelaksanaan program nyata yang berdampak bagi masyarakat.
Pesan tersebut mengemuka dalam peresmian sekretariat PAD Tasikraya yang mencakup wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Ketua PAD Tasikraya, Asep Budi Tauhid, menegaskan bahwa keberadaan sekretariat diarahkan untuk menampung aspirasi anggota sekaligus menggali potensi warga Paguyuban Asep yang tersebar di berbagai wilayah. Minggu, (11/10/2026).
Menurutnya, potensi anggota perlu dihimpun dan dikembangkan secara terarah agar dapat menjadi kekuatan sosial yang produktif. Salah satu langkah strategis yang ingin dibangun ialah kolaborasi dengan pemerintah daerah, baik di tingkat kota maupun kabupaten.
“Tujuan peresmian sekretariat ini di antaranya untuk menampung aspirasi anggota Paguyuban Asep di wilayah Tasikraya, meliputi Kota dan Kabupaten Tasikmalaya. Selain itu, kami ingin menggali potensi-potensi yang dimiliki anggota agar dapat dikembangkan melalui kolaborasi dengan pemerintah,” ungkap Asep Budi Tauhid.
Ia menilai, organisasi tanpa wadah koordinasi yang memadai akan menghadapi kendala dalam mengembangkan kegiatan dan memperluas jangkauan pengabdiannya. Karena itu, sekretariat diharapkan menjadi tempat komunikasi terbuka bagi anggota, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
Ketua PAD Tasikraya menegaskan, eksistensi Paguyuban Asep harus dibuktikan melalui kontribusi nyata, bukan semata-mata melalui nama, struktur kepengurusan, atau kegiatan seremonial.
“Paguyuban Asep bukan hanya sebatas nama. Kami ingin organisasi ini benar-benar eksis dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam bidang keagamaan, pendidikan, sosial, dan ekonomi,” tegasnya.
Rekrutmen Anggota dan Kolaborasi Jadi Agenda Prioritas
Untuk satu tahun ke depan, PAD Tasikraya menargetkan penguatan basis keanggotaan melalui perekrutan anggota Asep yang belum terdata atau belum terakomodasi di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya.
Selain memperluas keanggotaan, organisasi juga berencana meningkatkan kerja sama dengan pemerintah, terutama dalam pengembangan kelembagaan dan pelaksanaan program-program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Asep Budi Tauhid menyadari bahwa penguatan organisasi membutuhkan perencanaan yang matang, konsolidasi yang konsisten, serta dukungan berbagai pihak. Oleh sebab itu, sinergi dengan pemerintah daerah dan unsur Muspika dinilai penting untuk mendorong program organisasi berjalan lebih efektif.
Ia berharap Pemerintah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya memberikan dukungan, baik material maupun nonmaterial, agar PAD Tasikraya dapat menjalankan program secara berkelanjutan.
Pihaknya juga menyampaikan apresiasi atas dukungan yang telah memungkinkan tersedianya sekretariat tersebut. Ke depan, dukungan itu diharapkan berkembang menjadi kolaborasi yang lebih konkret dan produktif.
Kendati demikian, tantangan organisasi tidak cukup dijawab dengan tersedianya fasilitas. Sekretariat harus diikuti program kerja yang terukur, pembagian tanggung jawab yang jelas, dan kegiatan yang manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh anggota maupun masyarakat.
Presiden PAD: Sekretariat Harus Menjadi Rumah Gagasan dan Pengabdian
Presiden Paguyuban Asep Dunia, Asep Jaelani, menyampaikan kebanggaannya atas berdirinya sekretariat PAD Tasikraya. Ia memandang keberadaan sekretariat sebagai langkah penting dalam memperkuat koordinasi dan solidaritas organisasi di daerah.
Namun, ia mengingatkan agar sekretariat tidak hanya menjadi ruangan untuk berkumpul atau sekadar memenuhi kebutuhan administrasi.
“Jangan sampai sekretariat ini hanya menjadi ruangan biasa. Jadikan tempat ini sebagai rumah untuk berkumpul, berdiskusi, dan merencanakan karya-karya nyata bagi masyarakat,” tegas Asep Jaelani.
Menurutnya, ukuran keberhasilan organisasi bukan hanya terbentuknya kepengurusan atau tersedianya fasilitas, melainkan kemampuan menjalankan program dan menghadirkan manfaat yang nyata.
Karena itu, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PAD terus berupaya menjaga soliditas organisasi melalui koordinasi dan kunjungan ke berbagai Dewan Pimpinan Daerah (DPD) dan Dewan Pimpinan Wilayah (DPW). Upaya tersebut diarahkan agar setiap kepengurusan yang telah terbentuk tetap aktif dan memiliki program kegiatan yang dapat direalisasikan.
Ia mengingatkan, organisasi tidak boleh hanya hidup dalam struktur dan nama. Setiap tingkatan kepengurusan harus memiliki inisiatif, bergerak, dan mampu menerjemahkan tujuan organisasi menjadi kegiatan yang bermanfaat.
Paguyuban Asep Dunia, lanjutnya, membawa moto “Ti Asep Ku Asep Ker Indonesia”. Semangat tersebut harus diwujudkan dalam bentuk kebersamaan, kepedulian, dan kontribusi terhadap lingkungan sosial.
“Paguyuban Asep Dunia harus bermanfaat bagi masyarakat, minimal di lingkungan pribadi dan sekitarnya. Di Tasikraya, misalnya, harus ada kolaborasi dan kegiatan yang benar-benar membantu masyarakat sesuai kemampuan serta potensi yang dimiliki,” ujarnya.
Pesan tersebut menegaskan bahwa solidaritas anggota tidak cukup hanya dibangun melalui pertemuan atau ikatan identitas. Solidaritas harus tumbuh menjadi kekuatan untuk bekerja bersama, menyelesaikan persoalan sosial, dan memberikan kontribusi sesuai kapasitas organisasi.
Konferensi Asep-Asep ke-7 Dijadwalkan 7 November 2026
Dalam kesempatan yang sama, Asep Jaelani memaparkan persiapan Konferensi Asep-Asep ke-7 yang dijadwalkan berlangsung pada 7 November 2026 di Balai Kebudayaan Provinsi Jawa Barat, Jalan Naripan, Bandung. Ia menyebutkan bahwa persiapan kegiatan tersebut telah mencapai sekitar 80 persen.
Konferensi direncanakan menghadirkan seminar yang melibatkan sejumlah tokoh atau inohong. Sejumlah tokoh bernama Asep, pejabat pemerintahan, unsur TNI dan Polri, serta elemen masyarakat lainnya juga direncanakan untuk diundang.
Selain seminar, agenda yang disiapkan adalah pemberian gelar kehormatan “Honoris Causa Asep” kepada sejumlah tokoh atau pejabat yang dinilai layak, termasuk mereka yang tidak memiliki nama asli Asep.
Dalam wawancara, Asep Jaelani menyebut Wakil Wali Kota Tasikmalaya, Diky Candra, sebagai salah satu tokoh yang direncanakan menerima gelar tersebut. Rencana penerima penghargaan dan ketentuan pemberiannya tetap perlu dikonfirmasi kepada penyelenggara.
Konferensi tersebut diharapkan menjadi ruang mempererat persaudaraan, memperkuat jejaring antarangggota, dan mendorong kontribusi Paguyuban Asep Dunia di tengah masyarakat.
Tantangan Setelah Peresmian: Program, Konsistensi, dan Dampak
Menutup keterangannya, Presiden PAD berharap sekretariat Tasikraya menjadi pusat koordinasi yang memperkuat solidaritas, meningkatkan ketertiban organisasi, memberikan pelayanan kepada anggota dan masyarakat, serta melahirkan ide-ide kreatif yang dapat diwujudkan dalam program kerja.
Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan pemerintah setempat agar organisasi dapat berkembang dan memberikan kontribusi yang lebih luas.
Bagi PAD Tasikraya, peresmian sekretariat merupakan langkah awal. Pekerjaan sesungguhnya justru dimulai setelah kegiatan seremonial berakhir: memastikan pengurus aktif, anggota terlibat, program berjalan, dan kemitraan dengan pemerintah maupun masyarakat menghasilkan manfaat yang dapat diukur.
Sebab, organisasi yang kuat bukanlah organisasi yang sekadar memiliki kantor, melainkan organisasi yang mampu menjaga kepercayaan, konsisten menjalankan tanggung jawab, dan hadir ketika masyarakat membutuhkan kontribusi nyata.
Kini, keberadaan sekretariat PAD Tasikraya diharapkan menjadi fondasi bagi tumbuhnya organisasi yang solid, terbuka, dan produktif. Harapan tersebut hanya akan terwujud apabila seluruh pengurus dan anggota mampu menerjemahkan semangat kebersamaan menjadi kerja nyata dan pengabdian berkelanjutan.
(Asep Prayoga | Kabiro Tasikmalaya)












