Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi atas komitmen dan kiprah Risna dalam mengembangkan pendidikan berbasis lingkungan, pelestarian alam, serta pemberdayaan generasi muda melalui berbagai kegiatan edukatif yang berdampak positif bagi masyarakat.
Nama Risna Nurhajani bukanlah sosok baru dalam dunia lingkungan hidup. Masyarakat Kabupaten Tasikmalaya masih mengingat kiprahnya saat berhasil menjadi salah satu Duta Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat Tahun 2024. Dalam ajang bergengsi yang diselenggarakan di Kota Bandung tersebut, Risna bersama dua pemuda-pemudi inspiratif asal Kabupaten Tasikmalaya sukses mengharumkan nama daerah melalui inovasi dan gagasan yang mereka tampilkan di hadapan dewan juri.
Mahasiswi Universitas Cipasung (UNCIP) itu tampil dengan program unggulan bertajuk “Akar Ilmu Nusantara”, sebuah inisiatif kolaboratif yang mengintegrasikan pendidikan lingkungan, pelestarian budaya lokal, serta pembentukan sekolah ramah lingkungan. Program tersebut menitikberatkan pada penguatan karakter peserta didik melalui pendekatan budaya, konservasi alam, dan edukasi berkelanjutan.
Gagasan tersebut dinilai memiliki nilai inovasi yang kuat karena tidak hanya berorientasi pada pelestarian lingkungan, tetapi juga membangun kesadaran ekologis sejak usia dini melalui keterlibatan sekolah, masyarakat, dan berbagai pemangku kepentingan.
Momentum pemberian penghargaan pada peresmian Institut Alam Rimba Puncaksuji menjadi simbol bahwa dedikasi generasi muda terhadap isu lingkungan mendapat perhatian dan dukungan nyata dari berbagai pihak.
Piagam penghargaan diserahkan langsung oleh Bupati Tasikmalaya di hadapan para tokoh masyarakat, akademisi, pemerhati lingkungan, unsur pemerintah daerah, serta ratusan tamu undangan yang menghadiri launching perdana Institut Alam Rimba Puncaksuji.
“Alhamdulillah, saya mengucapkan terima kasih kepada Institut Alam Rimba Puncaksuji atas penghargaan yang diberikan. Penghargaan ini menjadi kehormatan sekaligus motivasi bagi saya untuk terus berkontribusi dalam upaya pelestarian lingkungan melalui edukasi, kolaborasi, dan aksi nyata,” ujar Risna Nurhajani kepada Media Kabar Sembilan.
“Saya berharap apresiasi ini juga dapat menginspirasi semakin banyak generasi muda untuk peduli terhadap lingkungan, berani mengambil peran, dan bersama-sama mewujudkan Kabupaten Tasikmalaya yang hijau, lestari, serta berkelanjutan,” tambahnya.
Direktur Institut Alam Rimba Puncaksuji menyampaikan bahwa penghargaan tersebut diberikan kepada individu-individu yang telah menunjukkan kepedulian, pengabdian, serta kontribusi nyata dalam mendorong terwujudnya pendidikan lingkungan hidup, konservasi alam, dan pembangunan berkelanjutan di Kabupaten Tasikmalaya.
Penghargaan kepada Risna Nurhajani diharapkan menjadi inspirasi bagi generasi muda lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan mengambil peran aktif dalam menjaga kelestarian lingkungan hidup. Semangat kolaborasi yang diusung melalui program Akar Ilmu Nusantara juga dinilai sejalan dengan visi Institut Alam Rimba Puncaksuji sebagai pusat pendidikan berbasis alam, budaya, dan keberlanjutan.
Senada dengan hal tersebut, Pendiri sekaligus Dewan Pembina Institut Alam Rimba Puncaksuji, Abah Irdas, menegaskan bahwa penghargaan yang diberikan bukan sekadar bentuk apresiasi atas prestasi individu, tetapi juga merupakan pengakuan terhadap pentingnya peran generasi muda sebagai agen perubahan dalam menjaga kelestarian lingkungan dan membangun masa depan yang berkelanjutan.
Menurutnya, sosok-sosok seperti Risna Nurhajani telah membuktikan bahwa semangat, kepedulian, dan inovasi mampu melahirkan gerakan nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan. Karena itu, Institut Alam Rimba Puncaksuji berkomitmen untuk terus mendorong lahirnya generasi muda yang berkarakter, berwawasan lingkungan, serta memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
“Dengan kolaborasi yang kuat antara masyarakat, dunia pendidikan, pemerintah, dan komunitas lingkungan, kami optimistis akan semakin banyak lahir pemuda-pemudi inspiratif yang mampu menjadi pelopor perubahan menuju Kabupaten Tasikmalaya yang lebih hijau, berbudaya, mandiri, dan berkelanjutan,” ujar Abah Irdas.
(Kabar Sembilan | Biro Tasikmalaya)










