TASIKMALAYA | Media Kabar Sembilan — Berakhirnya kegiatan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Politeknik LP3I di Desa Pusparaja bukan menjadi akhir dari pengabdian. Berbagai karya yang telah dibangun kini menjadi bagian penting dalam perjalanan dan pengembangan Institut Alam Rimba Puncak Suji.
Koordinator Divisi Kurikulum dan Pengajaran Institut Alam Rimba Puncak Suji, Randika, menyampaikan terima kasih dan penghargaan setinggi-tingginya kepada seluruh mahasiswa dan mahasiswi KKN Politeknik LP3I yang telah mengabdikan ilmu, tenaga, waktu, dan kreativitasnya.
“Atas nama pribadi dan seluruh jajaran Direktorat Institut Alam Rimba Puncak Suji, saya menyampaikan terima kasih serta penghargaan setinggi-tingginya kepada adik-adik mahasiswa KKN Politeknik LP3I,” ungkap Randika.
Menurutnya, kehadiran mahasiswa KKN tidak sekadar untuk menuntaskan program akademik atau memenuhi kewajiban perkuliahan. Mereka telah hadir dengan gagasan, bekerja bersama masyarakat, dan meninggalkan karya yang manfaatnya diharapkan terus dirasakan.
“Mereka datang membawa gagasan, kemudian pulang dengan meninggalkan karya. Bagi kami, itulah makna pengabdian yang sesungguhnya: hadir, bekerja, memberikan manfaat, dan meninggalkan jejak yang dapat terus dikembangkan,” tegasnya.
Randika menilai masa pengabdian yang terbatas telah dimanfaatkan dengan kerja nyata, kebersamaan, dan semangat yang luar biasa. Nilai pengabdian, menurutnya, tidak hanya diukur dari lamanya waktu berada di lapangan, tetapi dari besarnya manfaat yang ditinggalkan.
“Walaupun waktunya terbatas, adik-adik mahasiswa telah membuktikan bahwa kerja yang dilandasi ketulusan dan kepedulian dapat menghasilkan sesuatu yang bernilai bagi lembaga dan masyarakat,” ujarnya.
Berbagai karya yang diserahkan meliputi website, akun media sosial, media promosi digital, X-banner, papan nama, papan petunjuk arah, serta sejumlah fasilitas pendukung lainnya. Seluruh sarana tersebut akan memperkuat identitas dan pelayanan informasi Institut Alam Rimba.
Website dan media sosial yang telah dibangun diharapkan menjadi jendela informasi untuk memperkenalkan program pendidikan, kegiatan lingkungan, serta berbagai potensi Institut Alam Rimba kepada masyarakat luas.
Sementara itu, papan nama, papan petunjuk arah, X-banner, dan fasilitas fisik lainnya akan membantu masyarakat serta pengunjung dalam mengenali dan menemukan lokasi Institut Alam Rimba Puncak Suji.
Randika menegaskan bahwa seluruh karya tersebut tidak boleh berakhir sebagai pelengkap laporan atau dokumentasi kegiatan KKN. Jajaran Institut Alam Rimba memiliki tanggung jawab untuk merawat, memanfaatkan, dan mengembangkannya secara berkelanjutan.
“Jangan sampai sesuatu yang telah dibangun dengan tenaga, waktu, dan pemikiran hanya menjadi pajangan tanpa kelanjutan. Karya yang baik harus dijaga agar manfaatnya terus hidup dan berkembang,” tegas Randika.
Ia berharap pengalaman selama berada di Desa Pusparaja menjadi ruang belajar yang berharga bagi para mahasiswa. Ilmu, kata dia, tidak hanya berbicara tentang apa yang dipelajari di ruang perkuliahan, tetapi juga tentang bagaimana pengetahuan digunakan untuk menjawab kebutuhan masyarakat.
Abah Irdas: Karya Mahasiswa Harus Dijaga dan Dikembangkan
Apresiasi juga disampaikan Abah Irdas, salah seorang penggagas dan pendiri yang kini menjadi anggota Dewan Pembina Institut Alam Rimba. Ia menilai mahasiswa KKN Politeknik LP3I telah memberikan kontribusi yang berarti bagi perkembangan lembaga.
“Kami mengapresiasi penyerahan berbagai perangkat teknologi informasi dan sarana pendukung, mulai dari website, akun media sosial, media promosi digital, X-banner, papan nama, papan petunjuk arah, hingga fasilitas pendukung lainnya,” ungkap Abah Irdas.
Menurutnya, seluruh sarana tersebut bukan sekadar benda atau pelengkap kegiatan. Karya yang ditinggalkan merupakan warisan gagasan sekaligus bukti kepedulian generasi muda terhadap pendidikan, lingkungan, dan kemajuan masyarakat desa.
“Apa yang telah adik-adik mahasiswa bangun harus dijaga, dirawat, dimanfaatkan, dan terus dikembangkan. KKN boleh berakhir, tetapi manfaat dari karya yang ditinggalkan tidak boleh ikut berakhir,” tegasnya.
Abah Irdas berharap website dan akun media sosial tersebut dapat menjadi sarana penyebaran informasi sekaligus promosi digital. Dengan dukungan teknologi, kegiatan dan potensi Institut Alam Rimba diharapkan dapat dikenal lebih luas.
Ia juga menilai fasilitas fisik yang diserahkan memiliki fungsi penting dalam memperkuat identitas lembaga. Papan nama dan papan petunjuk arah, misalnya, akan memudahkan masyarakat dan pengunjung menemukan serta mengenali kawasan Institut Alam Rimba.
“Terima kasih atas ilmu, tenaga, pemikiran, dan kreativitas yang telah diberikan. Karya kalian telah menjadi bagian dari perjalanan Institut Alam Rimba dan insyaallah akan terus memberikan manfaat pada masa mendatang,” pungkas Abah Irdas.
Tatang S.: KKN Boleh Berakhir, Silaturahmi Jangan Berakhir
Koordinator Divisi Administrasi, Keuangan, dan Layanan Peserta Institut Alam Rimba, Tatang S., turut menyampaikan penghargaan kepada seluruh keluarga besar Politeknik LP3I, khususnya mahasiswa dan mahasiswi yang telah melaksanakan KKN.
Ia menilai kehadiran para mahasiswa telah memberikan warna, energi, serta semangat baru bagi Institut Alam Rimba. Waktu pengabdian yang singkat telah diisi dengan berbagai kegiatan dan karya yang memiliki nilai keberlanjutan.
“KKN boleh berakhir, tetapi silaturahmi, semangat pengabdian, dan karya yang telah dibangun jangan pernah berakhir. Kami berharap hubungan baik ini tetap terjaga dan berkembang menjadi kolaborasi yang bermanfaat,” ungkap Tatang S.
Menurutnya, selesainya kegiatan KKN tidak berarti hubungan antara mahasiswa, Politeknik LP3I, dan Institut Alam Rimba ikut berakhir. Pintu silaturahmi dan kolaborasi akan selalu terbuka bagi mahasiswa yang ingin kembali berbagi gagasan dan melanjutkan karya bersama.
“Salam hormat dan terima kasih kami sampaikan kepada seluruh keluarga besar Politeknik LP3I, khususnya adik-adik mahasiswa KKN yang telah mengabdikan waktu, tenaga, pemikiran, dan kreativitasnya untuk Institut Alam Rimba,” ujarnya.
Ke depan, hubungan yang telah terbangun diharapkan dapat dilanjutkan melalui program pendidikan, penelitian, pengembangan teknologi informasi, serta kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
“Terima kasih, adik-adik mahasiswa KKN Politeknik LP3I. Karya kalian hari ini akan menjadi jejak pengabdian dan bagian penting dari cerita kemajuan Institut Alam Rimba pada masa depan,” pungkas Tatang.
(Biro Tasikmalaya)










